Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Lebak Gandeng Pemuda Katolik Kawal Pengawasan Partisipatif

Rapat

Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Lebak Gelar Konsolidasi Demokrasi Bersama Pemuda Katolik di Kantor Bawaslu Kabupaten Lebak. Kamis, (9/7/2026).

Lebak, Bawaslu Lebak-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lebak menggelar agenda konsolidasi demokrasi bersama Pengurus Cabang Pemuda Katolik Kabupaten Lebak. Langkah ini diambil guna memperkuat sinergitas antara penyelenggara pemilu dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) serta komunitas lokal untuk mengoptimalkan pengawasan partisipatif menjelang tahapan krusial Pemilu dan Pemilihan mendatang.

Melalui program konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Lebak memproyeksikan pelibatan aktif elemen pemuda dalam mengawal setiap tahapan, meningkatkan angka partisipasi publik dalam pengawasan, serta memperluas jangkauan edukasi politik di tengah masyarakat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Lebak, Dedi Hidayat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesediaan jajaran Pemuda Katolik untuk duduk bersama membangun narasi demokrasi yang inklusif di Kabupaten Lebak.

rapat

Ketua Bawaslu Kabupaten Lebak Dedi Hidayat bersama jajaran anggota dan kasubag saat menerima kunjungan dari Pemuda Katolik di Kantor Bawaslu Kabupaten Lebak. Kamis, (9/7/2026).

"Kami menyampaikan ucapan terima kasih telah datang ke Bawaslu Kabupaten Lebak. Berkaitan dengan pertemuan hari ini, Bawaslu Lebak memiliki program konsolidasi demokrasi. Pada tahun 2027, Bawaslu Kabupaten Lebak sudah memasuki tahapan pemilu, maka dari itu kami mengajak teman-teman dari Pemuda Katolik bisa berpartisipasi dalam hal pengawasan yang nanti akan dilaksanakan, tidak hanya dengan Pemuda Katolik tetapi dengan seluruh organisasi dan komunitas yang ada di Lebak," ujar Dedi Hidayat pada saat melakukan konsolidasi demokrasi dengan Pemuda Katolik di ruang rapat Kantor Bawaslu Kabupaten Lebak. Kamis, (9/7/2026).

Menanggapi ajakan tersebut, Ketua Pemuda Katolik Kabupaten Lebak, F. Kurniandi, menyatakan komitmen penuh organisasinya untuk siap sedia bersinergi dengan Bawaslu. Ia menekankan pentingnya bimbingan teknis kepemiluan agar peran pemuda di lapangan tetap berada dalam koridor hukum.

"Kami dari Pemuda Katolik selalu siap bilamana Bawaslu Kabupaten Lebak memerlukan kami. Kami juga berharap Bawaslu bisa memberikan arahan kepada Pemuda Katolik sehingga nanti pada saat Pemilu tahun 2029 bisa berjalan sesuai dengan arahan dan aturan yang berlaku. Jangan sampai kita keluar dari koridor yang sudah diatur," tegas F. Kurniandi.

Di sisi lain, Anggota Bawaslu Kabupaten Lebak sekaligus Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Firman Kiki, menggarisbawahi bahwa kolaborasi ini tidak boleh berhenti di ruang rapat, melainkan harus menyentuh kerja-kerja sosial di akar rumput.

"Hari ini dan ke depan, Bawaslu terus berkomitmen meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal pengawasan dan bersilaturahmi antar-komunitas seperti yang dilakukan sekarang dengan Pemuda Katolik. Ke depan, kita bisa berkolaborasi dalam hal pengawasan dan memberikan informasi-informasi kepada Bawaslu. Jangan sungkan juga untuk mengajak Bawaslu terlibat dalam melakukan kegiatan sosial di masyarakat," tutur Firman Kiki.

Pertemuan perdana ini juga dihadiri oleh Anggota Bawaslu Lebak lainnya, yakni Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas Asep Rizal Murtadho yang saat ini tengah memfokuskan pengawasan pada pemutakhiran daftar pemilih, Koordinator Divisi SDM-O Deden Kurniawan yang memaparkan tantangan pengawasan terhadap 1,2 juta pemilih di wilayah Lebak yang luas, serta Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Agus Setiawan yang mengajak elemen pemuda aktif membedah aturan kepemiluan lewat pilar demokrasi Bawaslu.

 

Penulis: Noey

Foto: Syarif

Editor: Dani Yantana