Kawal Demokrasi 2029/2030, Bawaslu Lebak Gandeng Santri La Tanza Jadi Pelopor Pengawas Pemilu
|
Lebak, Bawaslu Lebak-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lebak laksanakan program edukasi pemilih “Goes To School” di Aula Pondok Pesantren La Tanza Mashiro, Kecamatan Lebak Gedong, Senin (27/7/2026). Program ini digelar untuk memperkuat literasi demokrasi serta memantik peran aktif generasi muda, khususnya para pemilih pemula, menjelang gelaran Pemilu dan Pemilihan Serentak 2029/2030.
Dalam pembukaan acara, perwakilan Pondok Pesantren La Tanza Mashiro mengapresiasi langkah proaktif Bawaslu Lebak yang menghadirkan pendidikan politik berasas integritas secara langsung ke lingkungan pesantren.
Sebagai narasumber utama, Anggota Bawaslu Kabupaten Lebak Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Firman Kiki, membekali para santri dengan pemahaman mendalam terkait prinsip dasar demokrasi (LUBER JURDIL), kewenangan Bawaslu, serta pemetaan bentuk pelanggaran seperti politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan pelanggaran kampanye media sosial.
Anggota Bawaslu Kabupaten Lebak Firman Kiki saat sampaikan materi terkait dengan sosialisasi pengawasan terhadao pemilih pemula di acara "Goes To School" di Aula Pondok Pesantren La Tanza Mashiro, Kecamatan Lebak Gedong. Kabupaten Lebak. Senin, (27/7/2026).
"Pemilih pemula bukan sekadar penonton, melainkan kunci dalam menjaga kualitas demokrasi. Pengawasan partisipatif tidak hanya dilakukan saat menemukan pelanggaran di lapangan, tetapi juga dimulai dari komitmen pribadi: menolak politik uang, menyaring hoaks, dan aktif mengedukasi lingkungan sekitar," ujar Firman Kiki dalam paparannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kasubag Pencegahan dan Hubal Asep Ahmad Fathoni, menegaskan bahwa pelibatan pemilih pemula di lingkungan keagamaan merupakan langkah krusial dalam memperluas jangkauan pengawasan partisipatif.
Kasubag Pencegahan dan Hubal Asep Ahmad Fathoni saat sampaikan materi pengantar di hadapan peserta kegiatan "Bawaslu Goes To School" di Aula Pondok Pesantren La Tanza Mashiro, Lebak. Senin, (27/7/2026).
"Pondok pesantren memiliki kekuatan moral yang sangat kuat. Melalui edukasi ini, kita ingin mentransformasi kesadaran moral para santri menjadi kesadaran sipil yang kritis. Ketika pemilih pemula paham aturan main dan berani bersikap, ruang gerak praktik kecurangan Pemilu dapat diminimalisasi," terang Asep.
Diskusi berlangsung interaktif saat para santriwati antusias menanyakan langkah-langkah konkret untuk berkarier atau bergabung menjadi bagian dari Bawaslu. Menanggapi hal tersebut, Firman Kiki memberikan motivasi serta arahan teknis.
"Kami sangat mengapresiasi tekad adik-adik santriwati yang berminat menjadi bagian dari pengawas Pemilu. Syarat utamanya adalah memiliki integritas tinggi, komitmen menjaga amanah undang-undang, serta aktif memantau informasi pendaftaran melalui situs resmi Bawaslu. Kami mendoakan kelak lahir pimpinan-pimpinan pengawas Pemilu dari Pondok Pesantren La Tanza ini," puji Firman Kiki.
Penulis: Noey
Foto: Rara
Editor: Dayat