Bawaslu Luncurkan Aplikasi Pintar Pantau Konsolidasi Demokrasi, Lebak Siap Unggul!
|
Lebak, Bawaslu Lebak-Bawaslu pusat meluncurkan aplikasi khusus untuk memantau konsolidasi demokrasi di tingkat daerah, termasuk Kabupaten Lebak, sebagai tindak lanjut Instruksi Ketua Bawaslu Nomor 2 Tahun 2026. Aplikasi ini memastikan transparansi dan akuntabilitas kinerja Bawaslu Provinsi hingga Kabupaten/Kota selama masa nontahapan pemilu, dengan mendata secara detail aktivitas lapangan seperti topik diskusi, metode penyampaian ke masyarakat (personal atau kelompok), hingga keterlibatan pimpinan dan staf.
Peluncuran ini ditegaskan Anggota Bawaslu Totok Hariyono dalam Rapat Pembahasan Pelaporan Pelaksanaan Tugas Konsolidasi Demokrasi secara daring pada Kamis (30/4/2026). "Ini kerja bareng. Di aplikasi itu, kita akan bisa melihat kabupaten mana yang bekerja dan mana yang tidak. Pimpinannya siapa saja yang aktif, stafnya siapa saja yang terlibat, semua akan terlihat jelas karena aplikasi ini mendata secara detil," ujar Totok.
Anggota Bawaslu Kabupaten Lebak Dwi Agus Setiawan dan Deden Kurniawan serta Ketua dan jajaran anggota lainnya hadiri kegiatan Rapat Pembahasan Pelaporan Pelaksanaan Tugas Konsolidasi Demokrasi secara daring pada Kamis (30/4/2026) melalui zoom.
Langkah ini juga menjawab kritik bahwa Bawaslu pasif di masa nontahapan, meski tanpa anggaran khusus. Data aplikasi wajib dipublikasikan sebagai bukti produktivitas Bawaslu. “Kegiatan ini memang diatur untuk dibuat tidak berdasarkan anggaran. Ini membuktikan bahwa kita bekerja, kita menjawab tantangan para pengamat pemilu, pengamat politik, masyarakat yang menganggap nontahapan Bawaslu tidak bekerja,” tegas Totok.
Di Kabupaten Lebak, inisiatif ini disambut positif. Anggota Bawaslu Lebak Dwi Agus Setiawan menyatakan, "Aplikasi ini jadi senjata ampuh buat kami di Lebak untuk buktiin komitmen penguatan demokrasi. Kami siap catat setiap langkah, dari sosialisasi door-to-door sampai dialog kelompok, supaya transparan dan akuntabel ke masyarakat. Ini momentum Lebak unggul di mata pusat!" katanya usai mengikuti kegiatan di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Kabupaten Lebak.
Lebih lanjut, matriks kinerja dari aplikasi akan jadi rujukan utama seleksi pimpinan Bawaslu daerah ke depan, memperkuat konsolidasi demokrasi secara nasional.
Penulis : Noey
Foto : Gegeh
Editor : Asep AF