HUT Bawaslu ke-18: Jaro OOM: Hormati Adat, Ikut Pemilu
|
Lebak,Bawaslu Lebak-Masyarakat Suku Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-18 (9 April 2026) Bawaslu Kabupaten Lebak sekaligus menegaskan komitmen partisipasi dalam Pemilu meski terikat adat ketat. Baduy Luar aktif menggunakan hak pilih di TPS wilayah mereka, sementara Baduy Dalam terbatas tanpa TPS di tiga kampung inti: Cikartawana, Cibeo, dan Cikeusik.
Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lebak Asep Ahmad Fathoni mengapresiasi dukungan ini. "Kami bangga Suku Baduy menjaga harmoni demokrasi dengan adat istiadatnya. Partisipasi mereka memperkuat integritas Pemilu di Lebak," katanya pada saat wawancara. Selasa, (14/4/2026).
Jaro Oom, Jaro Pemerintahan Desa Kanekes, menekankan penghormatan terhadap keputusan adat. "Selamat ulang tahun Bawaslu ke-18. Semoga Bawaslu bisa memimpin Pemilu makin baik, pemilu kondusif, bersinergi tanpa gangguan, dan hormati keputusan masyarakat adat karena kami teguh pada kebiasaan leluhur," ujarnya.
Jaro OOM (kedua dari kiri) saat menjelaskan mengenai harapannya mengenai proses pemilu dan pemilihan di Kabupaten Lebak di kediamannya di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar. Selasa, (14/4/2026).
"Untuk 3 kampung yaitu Baduy dalam tidak melibatkan diri pada proses pemilu maupun pemilihan, dan untuk Baduy luar mereka ikut terlibat dalam proses demokrasi yaitu pemilu dan pemilihan, namun pelaksanaannya tetap terikat dan menghormati aturan adat istiadat dan kebiasaan." imbuhnya.
Sementara Jaro Saidi, Jaro Tanggungan 12 bagian adat istiadat, berharap Pemilu aman. "Selamat ulang tahun Bawaslu ke-18, semoga Pemilu ke depan aman tentram, nagara kuat agama teguh," tuturnya.
Seba Baduy
Masyarakat suku Baduy akan melaksanakan tradisi Seba Baduy yang digelar 24-26 April 2026 sebagai perayaan tahun baru pasca-panen. Biasanya Seba Baduy dibarengi dengan penyerahan hasil bumi dan momen dialog dengan pemerintah yang dilakukan oleh beberapa perwakilan Suku Baduy. Jaro Oom menjelaskan, "Ini bukan upeti, tapi suka cita dan syukur atas hasil bumi yang diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten."
Suku Baduy berasal kaki Pegunungan Kendeng, 40 km dari Rangkasbitung, menjaga Sunda Wiwitan di tengah modernisasi. Terletak di Desa Kanekes punya 38 kampung, 3 di Baduy Dalam (pakai jamang sangsang putih, tanpa teknologi, bertelanjang kaki) dan 35 di Baduy Luar (pakaian hitam kampret, ikat kepala biru, lebih terbuka). Filosofi mereka: "Gunung teu meunang dilebur; Lebak teu meunang diruksak; Pendek teu meunang disambung; Lojong teu meunang dipotong."
Penulis : Noey
Foto : Hamdan
Editor : Asep AF